Minggu, 07 Maret 2010

the magic words


Sihir, di benak kita kata ini akan menggambarkan sosok Hary potter tokoh khayalan karya J.K. Rowling, atau sebuah tongkat nenek sihir yang di hentakan mengeluarkan percikan emas yang menjadikan suatu benda menjadi kodok ketika di katakan “abakadabra!”. Apapun artinya ataupun apapun yang tergambar di benakmu tentang sihir, terserah. Menurutku sihir adalah merubah sesuatu yang di rasa tidak mungkin terjadi ataupun terasa sangat mengaggumkan terjadi.

Tahukah kamu, kata-kata juga bisa membuat kamu tersihir ataupun jadi penyihir, sadar ataupun tidak sadar jangan-jangan kamu sudah tersihir selama ini.

Kata-kata sihir tidak bisa di gunakan oleh sembarang orang, hanya orang tertentu yang bisa menggunakannya. Begitupun objek yang akan di sihir, tidak sembarang orang bisa di sihir oleh penyihir kata-kata. Begitu lah teori dari analisis Firasat, hahaha...!

Berhubung penelitian oleh penulis baru sedikit (kaya skripsi aja ya?), hanya sedikit objek saja yang di teliti, dan itu pun belum di uji pada objek lain. Tapi ini serius sebuah megic! Merubah sesuatu yang di rasakan tidak mungkin terjadi!

Panggil saja salwa (bukan nama sebenarnya) sahabat ku ini berbeda dengan wanita lain, tidak tahu kenapa. Apakah wanita lain yang tidak normal ataukah dia sendiri? (tak ada yang menjawab, hanya rumput yang bergoyang, lagi dangdutan, he). Menurutku wanita lain lah yang tidak normal!

Salwa gadis manis tanpa jerawat ini sangat pendiam, hanya dengan orang terdekatlah dia bisa berbagi. Itu pendapatku, mungkin hanya dengan ku saja dia sedikit cerewet, tidak dengan orang lain bahkan teman sekelas. Sangat menyebalkan ketika pendiamnya terjadi pada saat suasana memerlukannya. Bicara satu huruf saja nggak, hanya senyum manisnya yang ia keluarkan. Yang membuatku kesal bukan kepalang.

Entah karena ia pendiam, ia tidak begitu dekat dengan teman perempuan lain bahkan dengan laki-laki di kelas. Ini adalah cerita pertama kali ia dekat dengan seorang teman laki-laki hanya bukan dekat, tapi hanya sekedar baru kenal. Suatu hari dosen salah satu mata kuliah memberi tugas kelompok dan ia sekelompok dengan beberapa orang laki-laki dan perempuan, salah satu laki-laki itu sebutlah namanya Rio. Terpaksa ia harus sering komunikasi dengan Rio. Terbayang tidak ketika mereka ngobrol pertama kali?, mata Salwa hanya terpaku pada lantai dan sepatunya, raut mukanya sangat tidak nyaman. Lama-kelamaan terbiasa hanya sekedar ngobrol seadanya, dari Rio lah Salwa bisa mengenal teman-teman Laki-laki lain sekelasnya. Sedikit peningkatan.

Lama-kelamaan Rio tertarik dengan Salwa, banyak strategi yang di lakukan Rioi untuk menarik perhatian Salwa gadis lugu itu. Contohnya, Rio menyuruh Salwa datang ke kampus pada hari minggu hanya untuk menyerahkan makalah, hanya sebuah alasan sih, sebenarnya ia ingin ngobrol dengan Salwa, dan memboncengnya pulang. Memang keterlaluan sih si Rio ini, rumah Salwa sangat jauh dari kampus.

Walau salwa terjebak oleh jebakan Rio tapi tidak terlalu terjebak. Pendiamnya kumat ketika ia bertemu, ia pun menolak di bonceng Rio. Sedikit lega...

Suatu hari sehabis kuliah ketika perutku sedang lapar sekali, waktu itu hari senin. Salwa sedang shaum waktu itu, ku biarkan dia sendiri menunggu di tempat duduk dekat gedung perkuliahan, sementara aku makan di kantin masih dekat sekitar 10 meter dari tempat duduk Salwa, Tiba-tiba ada sms dari Rio “yang lama ya makannya, awas lo kalo ganggu!”, ketika ku menoleh ke tempat Salwa duduk, sudah ada Rio sekitar 50 cm dari Salwa. Kurang ajar banget tuh anak. Ku perhatikan sepertinya mereka sedang ngobrol. Karena aku yang paling deket dengan Salwa, aku merasa harus bertanggung jawab atas keselamatan dia (hehe kaya apa aja).

Setelah beberapa hari dari hari itu, Salwa masih belum sadar bahwa ia sedang di incar Rio. Sms dan teleponRio ke Salwa di tanggap biasa-biasa saja. Padahal aku sudah di teror Rio untuk jadi makcomblang mereka. “Enak aja, gue ngasiin sahabat gue begitu aja.” Begitu ujarku ketika ia meneleponku tengah malam, dia keki bukan main. Aku benar-benar tidak rela Salwa di jadikan cinta palsunya Rio.

Hingga suatu hari ku katakan blak-blakan ke Salwa, bahwa Rio sedang mengincarnya. salwa bukan main tercengangnya, kasian anak itu, baru saja berinteraksi dengan teman laki-laki sekelas saja sudah terjebak. Dia sepertinya marah, karena dugaan baik pada Rio salah. Pada akhirnya hari-hari yang mendung ada di wajahnya. Tak pernah menjawab sapaan rio lagi, tak pernah balas sms, dan sekedar angkat telepon Rio.

Hari-hari belalu cepat, semester 1, 2, 3.... kami tingkat dua. Hubungan salwa dan Rio kaku seperti air es yang tak pernah berubah suhunya, seperti tidak mau mencair. Baru ku sadari, ada ketidak normalan pada handphone Salwa, bukan karena rusak ataupun apa, tapi ternyata dari sejak masuk perguruan tinggi ini salwa sudah sering berinteraksi dengan salah satu laki-laki anak kelas lain jurusan yang sama dan angkatan yang sama pula. Satu kelompok mentoring saat ospek dulu. Aku tahu itu, tapi aku tak peduli saat itu, hingga melupakannya, karena Salwa hanya berinteraksi di dalam HP saja, di dunia nyata mereka tak pernah satu kalipun menyapa ataupun sekedar senyum saja tidak! Sungguh suatu keluarbiasaan, terorganisir sekali ujian menimpa gadis ini, sampai aku tahu mereka sudah saling curhat, seperti teman dekat yang tidak pernah tampak.

Aku merasa menyesal tidak mempedulikannya dulu ketika dia merasa kesal dengan nomor baru yang selalu meng-smsnya pagi, siang, malam, hanya sekedar mengucapkan selamat saja. dia awalnya jaim (‘jaga image’ thea), karena si peng-sms sangat gigih, dan tak pernah lelah walau Salwa tidak pernah membalasnya. Si peng-sms sering memancing jawaban dari Salwa, contonya: karena Salwa orangnya rada Alim, dia bertanya soal Agama. Dan lama-kelamaan obrolan mereka nyambung, mereka berdiskusi tentang Agama ataupun tentang mata kuliah. Si peng-sms itu sebut saja Aldi, orangnya style kaos, celana pensil, spatu kets, dan kadang-kadang memakai switer. Pergaulan dengan teman-teman yang rada amburadul tapi kreatif, kadang-kadang suka nongkrong dengan teman-teman perampuan sekelasnya. Suatu yang sangat “menakjubkan” seorang Salwa yang lugu ini bisa nyambung dengan orang yang seperti itu, untung dalam dunia nyata (di luar Hp) mereka seperti tidak kenal. Tapi sedikit gawat.

Karena ternyata dia satu daerah kabupaten dengan ku, akhirnya aku kenal dia. Dan dia sangat tahu aku adalah sahabat Salwa, mulailah teror datang padaku. Sedikit berbeda tapi bisa mengakibatkan fatal, cara Aldi berbeda dengan cara Rio. Dia mendekatiku dengan banyak tema yang minta ia bahas, tapi aku sadar ujungnya pasti akan membahas salwa. Akan ku hentikan diskusi kita bila ia sudah menannyakan kabar Salwa. Dalam ilmu Public Relation basa-basi adalah suatu yang sangat menguntungkan bagi melancarkan suatu hubungan, sepertinya ilmu itu hendak ia praktekkan pada ku. Ia ingin rencananya berjalan lancar. Tapi ingat, aku tidak akan terjebak.

Aldi sangat cerdas. Kedekatan denganku saja sudah sangat bagus, ia sudah sering curhat padaku, layaknya aku adalah kakak baiknya. Dia suka mengeluh, menceritakan kesedihannya, ataupun kebahagiaannya padaku. Sepertinya semuanya bertujuan mendekati SAlwa.

Beberapa kali aku katakan, “aku tidak akan memberikan Salwa begitu saja, walau barang semenitpun,” dia hanya tertawa.

Curhatnya makin jauh, bahasannya pun semakin meningkat, yaitu selama dua tahun ia mencintai Salwa, tak ada gadis lain yang memikat hatinya selain Rosa. Bayangkan sejak pertama kali ospek! Tapi ingat, aku sama sekali tak peduli dengan cinta palu (maksudnya palsu).

Kedekatan denganku dengan aldi sudah dekat, dia sedikit sukses, apalagi kedekatan dengan Salwa.

Pernah Salwa curhat padaku, ketika ia mau shaum sunnah senin-kamis, dini hari ketika ia masih tidur, Aldi membangunkannya untuk sahur.

Kata-katanya mungkin persis seperti ini: “hey,masih tidur ya?banguun...sahur...”ucapkan dengan suara yang sangat lembuuuuuut sekali. Seperti ngebangunin bayi. Bagaimana perasaan perempuan di perlakukan seperti itu?

Salwa merasa menyesal telah mengangkat telepon Aldi, sungguh hatinya terasa kotor, dia istigfar beberapa kali.

Pernah suatu hari, tepat jam 3, ketika ia sedang qiamulail, Aldi meng-sms seperti ini:

“sal, nanti bangunin ya pas adzan shubuh, baru mau tidur nh, bis nonton bola.”

Salwa pertama cuek saja, emang dirinya alarm apa? Ketika adzan dan shalat shubuh, hatinya resah bukan main, perasaan Salwa yang terlalu baik ini menggelitik hatinya, baikkah membiarkan orang shalat shubuh kesiangan. Pada akhirnya, ia mengalah pada syetan, ia menghubungi Nomor Aldi, ketika tersambung...”woiiii, wake up!!!weke up!!!” dengan teriakan yang lumayan mencengangkan telinga yang mengangkat telphon. Ia tersenyum penuh kemenangan. Setelah setengah jam Aldi meng-sms, “makash udh d bangnn.td, saking kagetnya aku lonct dri kasur,bukannya ngambil handuk, malah bw2 slimut.haha, biar ga ngntuk mnum kopi yuk? Nh?” di bwah sms ada gambar dua cangkir kopi yang masih mengepul.

Ada saja taktik Aldi untuk mendekati Salwa, seperti ketika dia habis penelitian dari sebuah daerah, dia membeli mainan tradisional yang lucu buat anak kecil. “Sl aku beli mainan, rencananya buat adikku, tapi dia nggak mau, katanya sih jelek. Trus aku mau kasiin ke temanku si Cindy, dia juga nggak mau. Kamu mau nggak? Kalo nggak mau aku buang aja deh, buat apaan nyimpen mainan anak perempuan.”akhirnya Salwa menerima juga, dengan rada kebingungan. Emang niatnya juga buat Salwa, aku tahu itu.

Pernah juga, Salwa di titipi suatu barang yang di bungkus seperti kado, katany untuk temannya si Salwa, tapi ketika ada di tangan Salwa, katanya barang itu untuk Salwa. salwa pun akhirnya menyimpan barang itu.

Peningkatan lagi, kini Aldi menelepon Salwa seperti makan obat, tiga hari sekali bow. Hmmm...

Ketika sesuatu sudah menjadi kebisaan, maka bila sekali saja tidak ada akan terasa kehilangan. Begitupun dengan salwa, sehari saja aldi tidak meng-smsnya, dia gelisah, seolah-olah teman yang paling dekatnya adalah aldi. (aku di singkirkan, hiks..)

Contoh saja ketika Salwa ikut Aksi, Aldi tidak satu fikiran mengenai isu yang Salwa usung, mereka berdebat melalui SMS, Salwa keukeuh dengan pendapatnya Aldi juga. Tapi Aldi mengakhiri perdebatan yang sudah membuat nafas salwa turun naik menahan amarah dengan kata-kata, “pesen aku, jangan terlalu capek...” kata-kata seperti bunga sakura yang berjatuhan satu persatu dari pohonnya yang lebat.

Suatu ketika Rio melakukan gebrakan baru agar pujuaan hatinya tahu bahwa dia sangat mencin, cin, maksud ku, sangat menyukainya. Dia sudah menceritakan kesukaannya pada semua teman-teman di kelas. Sehingga kelas penuh dengan gosip antara Rio dan Salwa. Sungguh menyebalkan hati Salwa. Bukannya suka, malahan Salwasangat benci dengan tingkah Rio yang sok Protektif ke Salwa. Salwa di paksa presentasi, di paksa berdebat padahal dia gadis pendiam. Alasan Rio supaya Salwa aktif di kelas.

Salwa sangat malu dan marah atas perlakuan Rio, pada akhirnya kemarahanya tidak hanya di ceritakan padaku saja, tapi pada sahabat selulernya juga, Salwa. Salwa sering menghiburnya. Dia akan menelponnya saat Salwa menangis dan benar-benar perlu hiburan, dia akan bernyanyi untuk Salwa. Karena suaranya lumayan bagus.

Akhirnya Salwa terjebak pada magical wordnya Aldi. Ia sudah terlena sekarang. Karena candu dari magical word. Salwa sang pendiam, yang alim, yang semula teguh pendirian, pada akhirnya benteng yang ia bangun untuk menjaga hijab ia luruhkan sendiri.

Untuk akhwat, hati-hati dengan the magic words!

FADILAH WANITA

Catatan Pembuka
Point-point dari halaman ini terdapat di dalam kitab Kanzul 'Ummal, Misykah, Riadlush Shalihin, Uqudilijjain, Bhahishti Zewar, Al-Hijab, dan lain-lain, checking satu persatu belum dibuat. Mudah-mudahan dapat diambil ibrah darinya.

1. Doa wanita lebih maqbul dari lelaki kerana sifat penyayang yang lebih kuat dari lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulallah SAW akan hal tersebut, jawab baginda : "Ibu lebih penyayang dari bapak dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia."

2. Wanita yang solehah itu lebih baik dari 1,000 orang lelaki yang tidak soleh.

3. Seorang wanita solehah adalah lebih baik dari 70 orang wali.

4. Seorang wanita solehah adalah lebih baik dari 70 lelaki soleh.

5. Barangsiapa yang menggembirakan anak perempuannya, derajatnya seumpama orang yang senantiasa menangis kerana takutkan Allah SWT dan orang yang takutkan Allah SWT akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya.

6. Barang siapa yang membawa hadiah (barang makanan dari pasar ke rumah) lalu diberikan kepada keluarganya, maka pahalanya seperti bersedakah. Hendaklah mendahulukan anak perempuan dari anak lelaki. Maka barangsiapa yang menyukakan anak perempuan seolah-olah dia memerdekakan anak Nabi Ismail AS

7. Tidaklah seorang wanita yang haidh itu, kecuali haidhnya merupakan kifarah (tebusan) untuk dosa-dosanya yang telah lalu, dan apabila pada hari pertama haidhnya membaca "Alhamdulillahi'alaa Kulli Halin Wa Astaghfirullah". Segala puji bagi Allah dalam segala keadaan dan aku mohon ampun kepada Allah dari segala dosa."; maka Allah menetapkan dia bebas dari neraka dan dengan mudah melalui shiratul mustaqim yang aman dari seksa, bahkan AllahTa'ala mengangkatnya ke atas darjat, seperti darjatnya 40 orang mati syahid, apabila dia selalu berzikir kepada Allah selama haidhnya.

8. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku (Rasulullah SAW.) di dalam syurga.

9. Barang siapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan, lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa taqwa serta bertanggung jawab, maka baginya adalah syurga.

10. Dari 'Aisyah r.ha. "Barang siapa yang diuji dengan sesuatu dari anak-anak perempuannya, lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka merekaakan menjadi penghalang baginya dari api neraka."

11. Syurga itu di bawah telapak kaki ibu.

12. Apabila memanggil akan engkau kedua ibu bapamu, maka jawablah panggilan ibumu dahulu.

13. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu syurga. Masuklah dari mana-mana pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.

14. Wanita yang taat akan suaminya, semua ikan-ikan di laut, burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan, semuanya beristighfar baginya selama mana dia taat kepada suaminya dan meredhainya. (serta menjaga sembahyang dan puasanya)

15. 'Aisyah r.ha. berkata "Aku bertanya kepada Rasulullah SAW. siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita ?" Jawab baginda, "Suaminya". "Siapa pula berhak terhadap lelaki ?" Jawab Rasulullah SAW. "Ibunya".

16. Seorang wanita yang apabila mengerjakan solat lima waktu, berpuasa wajib sebulan (Ramadhan), memelihara kehormatannya serta taat kepada suaminya, maka pasti akan masuk syurga dari pintu mana saja yang dia kehendaki.

17. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah SWT memasukkan dia ke dalam syurga lebih dahulu dari suaminya (10,000 tahun).

18. Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah SWT mencatatkan baginya setiap hari dengan 1,000 kebaikan dan menghapuskan darinya 1,000 kejahatan.

19. Dua rakaat solat dari wanita yang hamil adalah lebih baik dari 80 rakaat solat wanita yang tidak hamil.

20. Wanita yang hamil akan dapat pahala berpuasa pada siang hari.

21. Wanita yang hamil akan dapat pahala beribadat pada malam hari.

22. Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah SWT mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah SWT

23. Wanita yang bersalin akan mendapat pahala 70 tahun solat dan puasa dan setiap kesakitan pada satu uratnya Allah mengurniakan satu pahala haji.

24. Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia dari dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya.

25. Sekiranya wanita mati dalam masa 40 hari selepas bersalin, dia akan dikira sebagai mati syahid.

26. Wanita yang memberi minum susu kepada anaknya dari badannya (susu badan) akan dapat satu pahala dari tiap-tiap titik susu yangdiberikannya.

27. Jika wanita menyusui anaknya sampai cukup tempoh (2 1/2 tahun), makamalaikat-malaikat di langit akan khabarkan berita bahawa syurga wajibbaginya.

28. Jika wanita memberi susu badannya kepada anaknya yang menangis, Allah akan memberi pahala satu tahun solat dan puasa.

29. Wanita yang habiskan malamnya dengan tidur yang tidak selesa kerana menjaga anaknya yang sakit akan mendapat pahala seperti membebaskan 20 orang hamba.

30. Wanita yang tidak cukup tidur pada malam hari kerana menjaga anak yang sakit akan diampunkan oleh Allah akan seluruh dosanya dan bila diahiburkan hati anaknya Allah memberi 12 tahun pahala ibadat.

31. Apabila seorang wanita mencucikan pakaian suaminya, maka Allah mencatatkan baginya seribu kebaikan, dan mengampuni dua ribu kesalahannya,bahkan segala sesuatu yang disinari sang suria akan meminta keampunan baginya, dan Allah mengangkatkannya seribu darjat untuknya.

32. Seorang wanita yang solehah lebih baik dari seribu orang lelaki yang tidak soleh, dan seorang wanita yang melayani suaminya selama seminggu, maka ditutupkan baginya tujuh pintu neraka dan dibukakan baginyalapan pintu syurga, yang dia dapat masuk dari pintu mana saja tanpa dihisab.

33. Mana-mana wanita yang menunggu suaminya hingga pulanglah ia, disapukan mukanya, dihamparkan duduknya atau menyediakan makan minumnya atau memandang ia pada suaminya atau memegang tangannya, memperelokkan hidangan padanya,memelihara anaknya atau memanfaatkan hartanya pada suaminya kerana mencari keridhaan Allah, maka disunatkan baginya akan tiap-tiap kalimah ucapannya,tiap-tiap langkahnya dan setiap pandangannya pada suaminya sebagaimana memerdekakan seorang hamba. Pada hari Qiamat kelak, Allah kurniakan Nur hingga tercengang wanita mukmin semuanya atas kurniaan rahmat itu. Tiada seorang pun yang sampai ke mertabat itu melainkan Nabi-nabi.

34. Tidakkan putus ganjaran dari Allah kepada seorang isteri yang siang dan malamnya menggembirakan suaminya.

35. Wanita yang melihat suaminya dengan kasih sayang dan suaminya melihat isterinya dengan kasih sayang akan di pandang Allah dengan penuh rahmat.

36. Jika wanita melayan suami tanpa khianat akan mendapat pahala 12 tahun solat.

37. Wanita yang melayan dengan baik suami yang pulang ke rumah di dalam keadaan letih akan medapat pahala jihad.

38. Jika wanita memijat suami tanpa disuruh akan mendapat pahala 7 tola emas dan jika wanita memijat suami bila disuruh akan mendapat pahala tola perak.

39. Dari Hadrat Muaz ra.: Mana-mana wanita yang berdiri atas dua kakinya membakar roti untuk suaminya hingga muka dan tangannya kepanasan oleh api,maka diharamkan muka dan tangannya dari bakaran api neraka.

40. Thabit Al Banani berkata : Seorang wanita dari Bani Israel yang buta sebelah matanya sangat baik khidmatnya kepada suaminya. Apabila ia menghidangkan makanan dihadapan suaminya, dipegangnya pelita sehingga suaminya selesai makan. Pada suatu malam pelitanya kehabisan sumbu, maka diambilnya rambutnya dijadikan sumbu pelita. Pada keesokkannya matanyayang buta telah celik. Allah kurniakan keramat (kemuliaan pada perempuan itu kerana memuliakan dan menghormati suaminya).

41. Pada suatu ketika di Madinah, Rasulullah SAW. keluar mengiringi jenazah. Baginda dapati beberapa orang wanita dalam majlis itu. Baginda lalu bertanya, "Adakah kamu menyembahyangkan mayat ?" Jawab mereka,"Tidak". Sabda Baginda "Sebaiknya kamu sekalian tidak perlu ziarah dan tidak ada pahala bagi kamu. Tetapi tinggallah di rumah dan berkhidmatlah kepada suami niscaya pahalanya sama dengan ibadat-ibadat orang lelaki.

42. Wanita yang memerah susu binatang dengan "Bismillah" akan didoakanoleh binatang itu dengan doa keberkatan.

43. Wanita yang menguli tepung gandum dengan "Bismillah" , Allah akan berkahkan rezekinya.

44. Wanita yang menyapu lantai dengan berzikir akan mendapat pahala seperti meyapu lantai di Baitullah.

45. "Wahai Fatimah, untuk setiap wanita yang mengeluarkan peluh ketika membuat roti, Allah akan mejadikan 7 parit diantara dirinya dengan api neraka, jarak diantara parit itu ialah sejauh langit dan bumi."

46. "Wahai Fatimah, bagi setiap wanita yang memintal benang, Allah akan mencatatkan untuknya perbuatan baik sebanyak utus benang yang dibuat dan memadamkan seratus perbuatan jahat."

47. "Wahai Fatimah, untuk setiap wanita yang menganyam akan benang dibuatnya, Allah telah menentukan satu tempat khas untuknya di atas tahta di hari akhirat."

48. "Wahai Fatimah, bagi setiap wanita yang memintal benang dan kemudian dibuat pakaian untuk anak-anaknya maka Allah akan mencatatkan baginya ganjaran sama seperti orang yang memberi makan kepada 1000 orang lapar dan memberi pakaian kepada 1000 orang yang tidak berpakaian."

49. "Wahai Fatimah, bagi setiap wanita yang meminyakkan rambut anaknya,menyikatnya, mencuci pakaian mereka dan mencuci akan diri anaknya itu, Allah akan mencatatkan untuknya pekerjaan baik sebanyak helai rambut mereka dan memadamkan sebanyak itu pula pekerjaan jahat dan menjadikan dirinya kelihatan berseri di mata orang-orang yang memerhatikannya."

50. Sabda Nabi SAW: "Ya Fatimah barang mana wanita meminyakkan rambut dan janggut suaminya, memotong kumis (misai) dan mengerat kukunya, Allah akan memberi minum akan dia dari sungai-sungai serta diringankan Allah baginya sakaratul maut dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari taman- taman syurga dan dicatatkan Allah baginya kelepasan dari api neraka dan selamatlah ia melintas Titian Shirat."

51. Jika suami mengajarkan isterinya satu masalah akan mendapat pahala 80 tahun ibadat.

52. Wanita yang menyebabkan suaminya keluar dan berjuang ke jalan Allah dan kemudian menjaga adab rumahtangganya akan masuk syurga 500 tahun lebih awal dari suaminya, akan menjadi ketua 70,000 malaikat dan bidadari dan wanita itu akan dimandikan di dalam syurga, dan menunggu suaminya dengan menunggang kuda yang dibuat dari yakut.

53. Semua orang akan dipanggil untuk melihat wajah Allah di akhirat,tetapi Allah akan datang sendiri kepada wanita yang memberati auratnya iaitu memakai purdah di dunia ini dengan istiqamah.

54. Dunia ini adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan ialah wanita (isteri) yang solehah.

55. Salah satu tanda keberkatan wanita itu ialah cepat perkahwinannya,cepat pula kehamilannya dan ringan pula maharnya (mas kahwin).

56. Sebaik-baik wanita ialah wanita (isteri) yang apabila engkau memandang kepadanya ia menggirangkan engkau, jika engkau memerintah ditaatinya perintah engkau (taat) dan jika engkau berpergian dijaga harta engkau dan dirinya.

57. Dunia yang paling aku sukai ialah wanita solehah.

58. Rasulullah SAW bersabda bahwa, "Allah telah memberikan sifat iri (pencemburu) untuk wanita dan jihad untuk lelaki. Jika seorang wanita melatih kesabarannya dengan iman dengan mengharapkan pahala dari sesuatu perkara yang menyebabkannya menjadi cemburu (iri hati), seperti misalnya suaminya menikahi istri kedua, maka ia akan menerima ganjaran seorang syahid".
http://sahabatnabi.0catch.com/istimewa.htm
ttp://www.facebook.com/profile.php?v=feed&story_fbid=348981121335&id=1777312866#!/note.php?note_id=360184048125
http://www.facebook.com/profile.php?v=feed&story_fbid=348981121335&id=1777312866#!/note.php?note_id=360180958125

Sabtu, 06 Maret 2010


sungguh hari-hari terakhir yang penuh dengan bunga-bunga bertebaran... ^_^

sebenarnya bukan itu yang akan aku ceritakan saat ini, tetapi tentang jalanan lagi sahabat.... jalanan dengan ke hiruk pikukannya, jalanan yang menemaniku menuju kampus setiap hari.
sudah beberapa minggu aku mempunyai pengalaman di jalanan, tapi belum ku tuliskan.

seperti biasanya aku menggunakan angkot 05 jurusan Tanjungsari-Cicalengka, turun di terminal Bis Damri, sampai bunderan Cibiru. harus nyebrang beberapa kali untuk menuju kampus, dan perjalan lumayan cukup panjang menuju kelas yang bertempat atas sana (gedung Z-A)

aku akan lewati tukang koran yang berjualan gorengan juga. dari jauh dia sudah tersenyum lebar ketika sosokku mulai tertangkap matanya. ia mengambil koran yang telah di simpan berjajar rapi di lopernya. koran TEMPO seperti biasanya, ia sungguh sudah hapal. aku mengambilnya, dan membaca judul headlinenya yang bombastis, menggelitikku untuk membaca lebih lanjut, tapi aku tahan sejenak. ku keluarkan uang sesuai dengan angka yang di cap dan di bawah angka tersebut bertuliskan "khusus harga mahasiswa".

"ini pak."kataku, ketika ku berikan uang sebagian untuk makan siangku.
"nuhun nenk."
"mangga pak, assalamualaikum." ia menjawab salamku.
sambil berjalan menunduk, ku baca lagi halaman pertama koran TEMPO yang sudah jadi miliku itu, tiba-tiba seorang ibu mendekatiku. (aku menyadari sosoknya mendekat)

"nenk maaf, kalo Indramayu masih jauh ya?"
wow...si ibu nannya ga kirem-kirem (haha, translate plis),
"iya bu."jawabku cuek, wajah si ibu berubah jadi wajah bingung.
"harus ke ci caheum ya nenk?"
"ga usah bu, nanti juga lewat sini."
"aduuhhh,nenk, uang ibu cuma 5000 rupiah lagi. gimana ya?"

tuing...tuing... aku kasian sekali liat Ibu yang tadi,. tapi uang ku tinggal untuk makan siang (aku tak biasa sarapan), juga untuk ongkosku pulang nanti. bukannya aku pelit, tapi memang keadaannya seperti itu.

tiba-tiba saja aku langsung ingat dengan Radio El-shinta, sering sekali menyiarkan orang yang kehilangan, tersesat atau juga kecopetan dan menghubungi Radio tersebut. tapi tentunya aku tidak menelpon Radio itu. aku langsung punya ide.

"bu, ke kantor polisi aja....saya antar." kataku girang, karena ide yang cemerlang melintas tepat waktu.
tapi wajah si ibu berubah lagi, seperti serba salah.
"ayo bu..."kataku lagi.
"ga usah nenk..."katanya, membuat aku terheran...
"dekat ko bu..."ku yakinkan..,
"gak apa-apa..., makasih nenk..."ia menjauh pergi.

aku jadi bingung dua kali lipat, adakah yang salah denganku? tanyaku dalam hati.
aku hanya bisa berdoa untuk ibu yang tadi, smoga di selamatkan sampai tempat yang di tuju, dan yang terpenting di mudahkan....

Senin, 15 Februari 2010

renungan...

tahukah kawan lagu raihan yang judulnya i'tiraf? liriknya yang ini nh....

wahai tuhan....ku tak layak ke syurga-Mu
namun tak pula,aku sanggup ke neraka-Mu
ampunkan dosaku terima lah tobatku
sesungguhnya Engkaulah pengampun dosa-dosa besar...

lagu ini sekarang (saat aku menulis tulisan ini) sedang bolak-balik di putar, lagu yang sering sekali Bapa nyanyikan, lagu yang ku suka di antara lagu Raihan yang lain seperti; iman mutiara, thankyou Allah, dan yang lainnya. lagu yang tiba-tiba aku ingat beberapa jam yang lalu...setelah aku menangisi keadaanku yang benar-benar tidak bisa berbakti pada orangtuaku.... ah...lagu taubat sebenarnya. taukah kawan, syarat di terimanya taubat? yang aku tahu adalah: memuji-Nya, karena Kepada-Nya lah kita meminta, mengakui kesalahan...mengakui bahwa kita adalah hamba yang dhoif, dan tidak akan mengulangin dosa yang telah kita perbuat....
subhanallah.....

dosa-dosaku bagaikan pepasir,di pantai...
dengan rahmat-Mu ampunkan daku,
wahai Tuhan...selamatkan kami ini...
dari segala kejahatan dan kecelakaan....
kami takut, kami harap kepada-Mu
suburkanlah cinta kami kepada-Mu

kamilah hamba....yang mengharap...belas dari-MU

sungguh...lagu yang luar biasa untuk di dengarkan...cobalah kawan dengarkan di saat suasana sunyi...atau malam hari. liriknya begitu menyentuh hati ini.
merasa diri ini begitu hina di hadapan-Nya, amalan apa yang layak aku banggakan??? "kami hamba yang mengharap...belas kasih-Mu.."

sepotong kisah dari buku biografi ku ^^

AKU DAN PROSES PENDEWASAAN

Cerita saat tingkat SMA

Air mataku berlinang, air mata mama juga. Emak (nenek) mengusap kepala ku, pesan-pesannya mengalir untuk menjadi bekal nanti.

Aku dan bapa menenteng tas besar yang berisi semua keperluanku. Dengan air mata yang masih berlinang aku melihat mama menyembunyikan tangisnya. Menambah kesedihanku.

Aku kini akan tinggal di Asrama. Terpisah dari keluarga. Sungguh berat bagiku yang tidak betahan. Yang paling aku sedihkan, aku hanya di antar oleh bapa. Sedangkan teman yang lain diantar oleh satu angkot.

Setelah datang ke sekolah baruku, hanya ada beberapa orang yang tinggal di asrama, sepi sekali. Akhirnya Bapa pulang meninggalku sendiri di tempat asing itu. Membuat aku selalu ingin menangis, apalagi teman yang lain yang selalu menangis.

Kamar ku luas, terdapat dua tempat tidur tingkat. Jadi, satu kamar untuk empat orang. Waktu pertama kali masuk asrama aku satu kamar dengan Fatimah, Nurlaela, Khairunnisa.

Nurlaela yang tempat tinggal nya paling jauh sering sekali menangis. Membuat kami latah ingin menangis juga.

Kami melewati malam pertama di Asrama, dengan mata yang sulit terpejam, begitu pun dengan aku. Aku teringat suasana di rumah, merasakan suasana asrama yang terasa asing sekali.

Pada hari pertama kami harus berangkat ke sekolah dari asrama yang jaraknya satu komplek, kami pikir kami tidak akan kesiangan, tapi ternyata kami kesiangan. Awal yang menyebalkan.

Seperti biasa dalam 1 minggu awal kami terlebih dahulu menjalani Masa Ta’aruf Santri atau biasa di sebut MOS. Dan kami mencari barang-barang keperluan kami tanpa bantuan siapa pun, kami mencarinya sendiri di daerah yang sangat asing menurut kami.

Setelah kami melewati masa ta’aruf santri, kami pun mengikuti program RG dan UG. Mulai dari Muhadoroh atau belajar menjadi khotib, ada juga Bina Santri dan sebagainya.

Kelebihan lain yang saya dapatkan dari tinggal di Asrama ialah aku bisa mandiri disini. Aku memikirkan menu makanan sendiri, tidak terlalu banyak merepotkan orangtua, seperti anak kosan.

Di sini aku mengikuti Ekstrakulikuler pencak silat dan keputrian. Karakter yang Sangat bertentangan, tapi itulah aku. Aku menginginkan aku adalah wanita yang kuat yang bisa menjaga diriku sendiri dibalik keanggunan jilbabku (anggun gitu?).



Suatu hari diadakan Porseni di tingkat MA se-Sumedang. Banyak perlombaan di adakan di sana kecuali pencak silat. Semua perlombaan di ikuti sekolah ku, tapi aku tidak mengikuti satu pun. Karena aku tidak pintar berpidato, ataupun olah raga yang lain.

Pulang dari sana teman-temanku membawa pulang banyak piala. Diantaranya dua sahabatku yang jago dalam Voly ball. Melihat semua itu aku merasa rendah dari siapa pun. Aku akui bahwa aku tidak bisa apa-apa.

Beberapa bulan dari sana, tepatnya bulan desember ketika peringatan hari ibu, ada perlombaan bertemakan “Surat Cinta Untuk Bunda”. Aku dan beberapa teman ku mengikutinya. Jujur, yang aku mengikutinya hanya asal-asalan atau hanya ingin ikutan saja. Tapi yang kutulis adalah kenyataan tidak ada yang di karang. Semunya asli kenangan aku dan mama.

Hasilnya di umumkan di suatu tempat yang aku tak tahu dimana, tapi adik kelasku mengikutinya. Ternyata aku menang menjadi Juara II.

Pada saat pembagian Rapot, kemenangan ku di Umumkan di sekolah oleh wali kelasku, yang tidak di dapatkan oleh teman-teman atlet Porseni (maaf aku sedikit sombong). Tapi kekecewaanku adalah pialaku tidak bisa di bawa ke rumah. Padahal perlombaan itu bukan utusan sekolah, tapi aku mengikutinya kehendak sendiri. Aku hanya membawa amplop dan sertifikatnya saja. Ternyata salah satu piala tertinggi di kantor kepala sekolah, yang nangkring di lemari kaca adalah piala ku. Walaupun kecewa tidak bisa membawa pialaku, tapi aku bangga melihatnya berjajar dengan piala-piala yang lain….

Dari sanalah aku termotifasi menjadi seorang penulis kubulatkan kembali. Bahkan nanti ketika aku memilih jurusan jurnalistik pun karena dari sana.



Kalau di asrama, rasa persaudaraan itu terasa sekali. Ketika salahsatu dari kami makan, maka kami semua akan makan. Otomatis ketika tidak ada makanan kami semua akan kelaparan.

Menu yang paling sering kami sajikan adalah Mie. Mau di kuah, di kuah pake telur, di goreng kering, di goreng seperti bala-bala, di kuah dengan kerupuk, di campur dengan sayuran dan sebagainya. Tapi tetap saja Mie, yang rasanya begitu-begitu saja. Tapi kami tidak bosan-bosan menyajikannya.

Pagi-pagi buta sekitar jam limaan setelah shalat shubuh dan baca Al-qur’an. Sesuai dengan jadwal piket, dua orang dari kami bergiliran membeli gorengan Bu Ani yang murah meriah. Tapi sebelum pergi harus masak nasi terlebih dahulu. Maka jam enam pagi kami sudah beres sarapan pagi, dan mulai mengantri untuk mandi.

Di Asrama semua PR pasti akan di kerjakan. Karena kami akan mengerjakan nya bersama-sama, dan kami akan saling mengingatkan. Walaupun menghabiskan banyak cemilan-cemilan. Bahkan mengeluarkan waktu yang banyak, karena canda selalu ada di sela-selanya.

Ketika pulang sekolah kami akan mencari makan siang. Setelah itu, kami akan melakukan aktifitas masing-masing. Ada yang tertidur, nyuci dan sebagainya. Tapi ketika kami akan tidur, kami akan gila-gilaan. Seperti melempar-lempar bantal, foto-fotoan, nyanyi-nanyian, menata rambut segokil mungkin, hantu-hantuan dan banyak lagi. Hal inilah yang sulit aku lupakan dan tinggalkan dari suasana Asrama. Apalagi ketika kami kelas 3, persahabatan akan terasa erat sekali ketika beberapa bulan lagi kami harus berpisah.



Identik dengan citra pesantren, seharusnya kami bisa menguasai bahasa Arab dengan fasih. Tapi yang saya rasakan pengauasaan bahasa Arab di sini malah mengurangi hasil belajar ku dengan Ust. Maman. Darussalam mengejar target ilmu Umum yang lebih baik untuk bersaing dengan MAN-MAN yang ada di Sumedang. Sehingga yang kurasakan tidak mencapai kedua-duanya. Kami belajar kitab Bulughul Maram, tetapi kami juga mempelajari kimia. Apalagi ketika kami kelas 3, nilai kami di batasi dalam enam pelajaran umum. Sehingga guru-guru menghilangkan beberapa pelajaran pesantren, menggantinya dengan pelajaran umum tadi.



Ketika suasana pantai waktu itu mendung, memberikan Susana kesedihan di dalam hati-hati kami. Tapi kami tertawa waktu itu, bercanda menikmati gelombang air laut yang biru. Semua ekspresi dari kami adalah kecerian. Tak ada yang menangis satu pun. Tapi kami tahu ini adalah sebuah akhir, akhir dari kebersamaan kami. Kesedihan kami terbungkus rapat-rapat, dan di sembunyikan dalam-dalam. Semua itu karena kami tidak ingin itu terjadi.

Waktu kami di pangandaran pun berakhir. Kami harus menerima perpisahan ini.

Di batu hiu, kami melakukan perpisahan.

Ustad Epul berkata “inilah ekspresi kalian, tidak ada nyanyian perpisahan, yang ada adalah ekspresi yang tidak di buat-buat.”

Pidato Ibu kepala sekolah yang membuat kami terharu biru. Membuat aku selalu ingin memaluk sahabat-sahabat ku, dan tak ingin melepaskanya.

Tak terasa semuanya berlalu begitu saja. 3 tahun yang amat singkat sekali. Kenangan-kenangan selama ini terbuka kembali. Membuat air mata terus mengalir.

Satu persatu temanku di jemput pulang oleh keluarganya, bahkan ada teman ku yang pulang entah kemana. Akupun membereskan barang-barang yang masih ku perlukan untuk di bawa ke rumah. Sakit sekali melihat tempat tidur yang kosong tidak berseprai warna-warni lagi yang seperti biasanya, tidak ada boneka, tidak ada buku yang tergeletak di atasnya, tidak ada lagi buku yang berjajar rapi diatas lemari, tidak ada lagi baju yang menggantung di jemuran, dan tidak ada lagi jadwal-jadwal harian. Semuanya kosong, menunggu orang-orang baru menempatinya. Apakah ruangan ini merasa sedih juga? Jerit, tawa, tangis pernah ada di sini… dan dengan seketika semua pergi, yang ada hanyalah sunyi, dan sepotong episode yang selalu ku kenang.

Sebuah kisah masa lalu hadir di benak ku

Saat ku lihat

Menyibak lembaran masa yang indah

bersama sahabat ku

Sepotong episode masa lalu aku,

Episode sejarah yang membuat ku ini

Merasakan bahagia dalam dien -Mu

Merubah harapan yang ada di hidupku

Setiap sudut ku menyibak kisah

Kadang ku rindu ceritanya,

Bersama mencari cahaya -Mu

Sabtu, 13 Februari 2010

berbagi cerita (kisah tha semester 1)


Aku dan jalanan









Setiap orang memiliki kegiatan yang berbeda di setiap paginya. Termasuk aku seorang pemalas. Alarm mencoba membangunkan jam setengan tiga, dan aku hanya mematikannya, baru pada waktu adzan shubuh aku bangun dengan rasa penyesalan yang sangat dalam. Tergesa aku berwudhu dan shalat, setelah itu memilih baju dan menyetrika dengan tergesa. Waktu menunjukan setengah lima, aku harus mengepel ruangan tamu dan ruangan tengah dengan waktu setengah jam. Setengah jam lagi untuk mempersiapkan diri pergi ke kampus. Baru setelah setengah enam aku harus pergi dari rumah. Tak sempat sarapan….
Setiap hari kegiatan itu aku lakukan, setiap hari aku mencoba untuk bangun lebih awal untuk shaum atau qiamullail, dan setiap hari pula aku menyesali bangun pas adzan shubuh dan seterusnya.
Waktu itu hari senin, seperti biasa aku berangkat dari rumah jam setengah enam pagi. Dengan tas ransel berisi beberapa buku yang berat aku berjalan sekitar 20 meteran tepat di depan MI Menunggu angkot jurusan Cicalengka-Tanjungsari yang menghabiskan beberapa menit waktu ku, turun di pasar tanjungsari dengan ongkos Rp. 3000,-, dan naik bus kota yang yang murah meriah, sesuai dengan fasilitasnya.
Aku duduk di jok buatan di pinggir pintu depan dekat jendela. Kebiasaan yang sangat aku sukai bila perjalanan duduk dekat jendela, lebih suka kalau seandainya yang ku tumpangi adalah bus PATAS AC yang nyaman, empuk kursinya, pandangan selalu keluar kaca, melihat kondisi jalanan dengan kesibukannya. Tapi kembalilah ke alam nyata di mana ada jok sempit, tidak empuk, kaki yang keinjak-injak, panas, bau dan sebagainya. Bus kota yang ku sebut damri ini berjalan sangat lamban, mungkin karena isi di dalam nya yang berjubel, mungkin juga karena mesinnya yang sudah tua. Aku kira dua-duanya benar, tak ada yang salah, dan sesuai dengan fakta. Bus sangat lamban…lamban, dan akhirnya berhenti juga. Baru ku sadari, hari senin adalah hari yang menyebalkan. Kali ini bus berhenti bukan karena tuanya mesin bus, tapi macet total. Kulihat banyak motor mencoba menerobos, bahkan memenuhi jalur kanan. Mereka terus mencoba bergerak. Yang ku perhatikan adalah berjuta-juta helm bergerak yang terlihat dari jendela bus, membuat aku pusing melihatnya.
Tak terasa sedah 1jam bus tidak bergeming sedikit pun, waktu sudah menunjukan jam 7.10. cahaya matahari yang menebus jendela menerpa kepala ku yang di balut kerudung hitam. Rambutku basah dengan keringat, pipiku panas. Baru kali ini aku bingung, seandainya aku turun dan jalan kaki, tapi kampus masih jauh. Mau naik angkot… jangan gila, angkot sama macet juga. Beratus-ratus helm mengelilingi bus damri yang ku tumpangi, semakin kesalnya aku memperhatikan mereka bergerak.
Bus damri yang ku tumpangi catnya hamper mengelupas itu mengeluarkan sayap, membentangkannya dan mengepakkannya ke atas. Bus naik 10 meteran, keluar dari kemacetan, lalu dengan bebas terbang kearah bandung, aku tertawa senang dan takjub melihat pemandangan di balik jendela, terlihat jalan yang berkelak-kelok di penuhi dengan kendaraan bermotor yang tak bergerak kena macet. Akhirnya bus ajaib berhenti di depan UIN aku turun dari bus yang sempat aku hina itu.
Imajinasi itu meletus seperti balon dari sabun yang transparan, terbang hanya sebentar saja. Bus yang ku tumpangi masih di kelilingi lautan helm. Sampai jam delapan baru lah jalanan lancar. Setengah sembilan kurang aku ada di depan kelas. Dosen sudah ada, tapi aku berani masuk hanya setengah jam. Aku tersenyum kepada teman-temanku dengan hati yang pedih, terasa sekali keringat mengucur di kepala ku. Setengah enam aku berangkat dan sampai kampus setengah sembilan, sungguh sangat menyedihkan.

Hari senin, minggu berikutnya setelah kejadian keterlambatanku masuk kelas. Jam 5 aku sudah mandi dan keramas, bajuku sudah rapih. Dalam waktu yang singkat aku menyelesaikan sarapan, jam 05.15 aku berangkat. memang terlalu dini, tapi bagaimana lagi…
Tenyata bila kita berangkat lebih pagi belum terjadi macet, jalanan lancar. Aku datang ke kampus jam 06.30 an. Ternyata kelas jurnalistik C kosong melopong. Aku tidak tahu kalau dosen akan datang jam ke-2. gudubrak…!

hari senin minggu berikutnya…
aku lebih tenang kali ini, tepatnya aku lupa lagi kalau waktu itu hari senin. Aku menyelesaikan tugasku sampai jam 5, dan berangkat jam setengah enam seperti hari-hari yang lain.
Aku baru ingat setelah jalanan macet, hati ku berdebar-debar tak karuan, masa aku harus kesiangan terus di mata kuliah ini? Aku pasrah tapi tak tenang (apakah itu bisa di sebut pasrah?), hatiku terus berdoa Kepada Allah, yang mengatur semuanya.
Sudah lama aku komat-kamit berdoa, aku menjadi teringat kepada perkataan seorang dosen. Beliau bercerita tentang mahasiswa yang kesiangan, sebelum ia masuk kelas dia berprasangka yang buruk kepada dosennya. bahwa dosennya galak, akan memarahi dan seterusnya. Dan kenyataanya akan sama dengan prasangkanya atau ia akan ketakutan terlebih dahulu.
Dari sana hatiku mencoba tenang, kalem. Langsung saja terlintas bahwa dosen mata kuliah ini tidak akan datang. Walaupun sedikit aku tidak percaya atas pikiran ku, karena dosen ini tak pernah absent dan selalu tepat waktu. Tapi bisa saja ini terjadi.
Setelah aku sampai kampus, ada sms dari temanku, yang isinya,
Ukhty.., anti msih d mn?
Kalem y, jngn rusuh,nnti terpeleset.
Dsennya jg lom ada!
Wah, sepertinya si bapak kena macet juga y…, piker ku. Aku mempercepat jalanku. Setelah datang ke kelas banyak anak-anak yang di luar sebagian lagi di dalam kelas. aku duduk di kursi, mengatur pernafasanku.
“tha, baru dating ya?”sambil nyengir kosma nanya pada ku,
aku mengangguk membalas jawabannya, masih mengatur nafas.
Si kosma maju ke depan kelas.
“pengumuman! Si bapak nggak akan datang, diganti besok jam ke-3 di gabung dengan kelas B.” sambil nyengir lebar kearah ku. Aku hanya melongo, tak percaya dengan apa yang terjadi. Hari ini hanya satu mata kuliah, dan dosennya absent. Kalo tahu begini aku nggak akan capek-capek datang ke kampus, menghamburkan uang untuk ongkos.

Kenapa aku suka sekali berkendaraan? Entahlah, aku sangat menikmati pemandangan di balik jendela yang bergerak hilir mudik. Dari sana imajinasiku terus berputar.
Selain itu, aku suka dengan lagu-lagu musisi jalan, apalagi lagu sunda, saking seringnya, aku hampir hapal lagu yang sering di nyanyikan musisi jalan tersebut, contohnya seperti ini,
Kota leutik camperenik
Najan letik tapi resik
Ngalewat cadas pangeran
Duh kota sumedang…
Di papay ku cipeles
Tampomas nu matak waas..
Lagu ini mengingatkan aku ketika aku masih SMA dulu di Sumedang. Aku naik angkot, melewati jalan cadaspangeran yang berkelak-kelok, dengan pemandangan alam yang begitu menakjubkan. Di sisi jalan pohon pinus berjajar, memayungi jalan dari sengatan matahari. Sawah terasering bagaikan tangga yang di balut karpet hijau.
Dan aku ingat ketika aku di Asrama, gunung Tampomas mencuat tinggi di hadapan gedung Asrama, yang sesekali di hiasi pelangi. Keindahan gunung itu jelas sekali, hutannya masih lebat, dan tinggi sekali.
Tapi sayang juga, aku teringat sungai Cipeles yang membelah kota sumedang, memisahkan jalan Geusan Ulun dan jalan Mayor Abdurachman airnya kotor, tapi masih berwarna coklat. Di sisinya banyak sampah bertebaran, walaupun terdapat plang yang mengingatkan jangan buang sampah sembarangan.
Itu baru satu lagu. Tapi seandainya, saya melihat hal-hal yang menurut saya menarik, maka saya akan berfantasi untuk membuat cerita dari apa yang saya lihat tersebut. Saya akan membayangkan alur perjalanan cerita itu sedetail mungkin.
Tapi ketika aku kecapean, pulang sekolah ataupun kuliah. Maka yang paling enak itu tidur di kendaraan. Tidur yang efektif, sebentar tapi melepas lelah, juga memanfaatkan waktu. He…

Jumat, 08 Januari 2010

Selaksa Rindu



Malam semakin merangkak, instrumen alam membuat suasana terasa sangat sunyi senyap. Di luar sana bintang gemintang saling berkelap-kelip, seolah kecerian milik mereka. Rembulan mengintip di sela-sela tirai yang sesekali tertiup angin februari.
Mataku memandang ke arah langit-langit kamar yang sudah berwarna kusam, entah kapan tersentuh kuas lagi. Tapi bukan itu yang membuat ku sulit terpejam. Sebuah pembicaraan antara aku dan bunda tadi siang yang sekarang melayang-layang dalam fikiranku.
Apa yang di katakan bunda membuatku sungguh di luar dugaanku. Aku sangat merasa sureprise ketika mendengarnya, serasa ada halilintar yang meledak dia atas kepalaku.
Apa yang sedang aku rasakan saat ini sungguh sangat aneh. Senangkah seharusnya? Tapi di hati ini sungguh berkata lain, rasa benci, ingin menghindar, bahkan ingin menjauh saja lebih mendominasi hati ini.
Ketika keluhanku ketika aku masih kecil, yang selalu hadir di setiap mimpi-mimpiku sudah menghilang, di gantikan dengan kebahagian yang seiring dengan berjalannya waktu terus bermunculan. Ya, aku merasa lebih beruntung dari pada teman-temanku yang lain. Aku dapat melanjutkan pendidikankuke perguruan tinggi karena Bunda yang mengusahakannya.
Tapi saat ini ada sosok lain hadir yang selalu ku tunggu sejak kecil. Tapi sekarang aku tidak memintanya sama sekali. bahkan, aku pikir kehadirannya saja hanya untuk merebut kebahagianku saja.
“kamu harus bertemu dengannya, besok ia akan kembali” saat bunda memberikan kabar itu.
“kuliah izin dulu untuk sehari besok saja...”timpalnya lagi. dia tidak memberikan ruang untuk aku mengelak, seperti tahu apa yang aku pikirkan.
“tapi Bun, besok mata kuliah yang sangat penting...”bujuk ku,
“ini lebih penting Novi! Atau berhenti saja sekalian kuliahnya!”bentaknya.
Haha, bunda pasti bercanda. Mana tega ia melakukan hal itu padaku, aku tahu itu.
“ibumu sudah susah payah datang kesini, kamu tidak kasian?”bentaknya lagi, menambahkan ekspresi kemrahannya yang sangat meluap.
Tapi apa? apa katanya? Sudah berapakalikah dia menyebutkan kata itu? Kata yang bila di sebut akan menohok ke ulu hatiku.
Nafasku mendesah, sesak sekali. langit-langit semakin tampak abu, sekelabu hati ini.
Bayangnganku berganti dengan memori ketika aku di takdirkan ada di sini, hidup disini, bahagia disini.
Sosok-sosok kecil lain yang menemaniku, berdatangan dengan cara mereka.
Rani, anak kalem itu senang saja di titipkan orangtuanya yang pemulung ke panti ini. Sekarang ia menginjak umur 9 tahun. Pernahkah ia berontak?
Radith, anak berwajah indo, dengan mata coklatnya yang bening, sama sekali tidak memperlihatkan wajah kesedihan. Ketika ia harus datang ke panti ini dengan tergeletak di depan pintu. Sekarang ia menginjak usia 5 bulan. Banyak yang menyayanginya, termasuk aku. Wajahnya kini penuh dengan senyuman.
Adi, anak yang hobinya menggambar dan sangat pemalas mengerjakan PR-nya, tak pernah stres ketika Bunda memaksanya belajar menulis dan meninggalkan Crayonnya untuk sementara. Ia sama sekali tidak pernah peduli dengan Ibunya, yang memberikannya dengan Cuma-Cuma.
Dan banyak lagi anak-anak yang lain, yang hampir senasib....
Dan aku Novi. Yang hadir di panti ini lebih dulu, entah sejak kapan. Yang sempat merindukan sepasang suami istri bersedan kaya raya datang untuk menjadikan anak angkat, dan memanjakanku seperti seorang Putri.
Tetapi itu dulu ketika aku mengnjak umur 8tahun. Sekarang aku yang aku anggap paling dewasa di panti ini. Asisten Bunda yang terpercaya. Adik-adikku akan patuh kepadaku karena aku galak, cerewet dan sebagainya. Tetapi mereka selau saja kembali bergelayut di tanganku dan di pangkuanku setelah marahku reda. Bercerita padaku, meminta menemani mereka belajar, meminta untuk membantu menyetrika, membereskan lemari, bahkan bermain bersama.
Sekarang, saat ini, aku sangat bahagia ada di tengah-tengah mereka. Baru kali ini aku menghadapi kenyataan. Aku masih mempunyai satu sosok, yang darahnya mengalir di tubuhku. Ya, sosok Ibu! Sosok yang aku rasa paling tega di dunia ini! paling kejam! Yang sama sekali tidak pernah menampakan wajahnya di hadapanku sama sekali. bahkan aku tak pernah mengetahui asal-usulku. Rasanya Bunda sudah mengganti semua kasih sayangnya.
Aku sama sekali tidak mengerti, mengapa aku ada disini? Padahal ia masih ada. Tidak maukah ia hidup dengan ku? Atau takut tidak bisa memberiku sesuap nasi?tapi apa maksud dari kedatangannya sekarang? Dan aku takut ia akan memintaku hidup demngannya. Aku tidak mau!
Mataku sulit terpejam, fikiranku terus berputar. Marah, sedih, sudah tercampur di sini....
****
Pagi ini, sesuai permintaan Bunda, aku tidak kuliah. Karena sosok itu akan datang kesini.
Seperti apakah ia? Mirip denganku kah?
Saat Radith di gendonganku, ku lihat sekali lagi mata beningnya yang suci, polos dan lucu.... sempatkah ibu Radith berfikir beberapa kali untuk menggeletakakannya di depan pintu saat melihat matanya? Aku tidak habis fikir, tega sekali Ibunya. Mungkin sama saja dengan sosok itu, dan mungkin setega Ibunya Radith.
Dia datang!
Rambut sebahu di ikat berponi, baju kemeja pendek ang agak ketat, dengan jins biru pudar yang sedikit longgar.
Terlihat sedikit kerutan di pinggir matany, aku tafsirkan, umurnya paling 40 kurang.
Dia hanya menatapku sedikit-sedikit, dengan mata yang berkaca-kaca. Aku dengan jilbabku, beserta wajah dinginku yang mungkin membuatnya menahan untuk memelukku. Bunda hanya memperhatikan dan berkata;
“ini Ibumu Novi, sosok yang pasti kamu rindukan..” kata bunda msembari menepuk bahuku, bermaksud mendorong untuk aku menyambutnya. Aku hanya terpaku diam.
Tapi tiba-tiba ia mengangis. Menngis seseggukkan. Kenapa? karena aku diam? Atau...baru menyadari kesalahannya?
“maafkan Ibu nak...” di dalam tangisnya, “ibu sangat terharu dan bangga padamu, apa yang Ibu cita-citakan akhirnya terwujud juga, kamu jadi anak yang shalehah...tidak seperti Ibumu ini...” tangisnya semakin meledak. Bundapun meneteskan air mata dalam diamnya.
Kenapa bunda ikut menangis?
“maafkan Ibu yang tak pernah mengunjungimu... tak pernah memelukmu... karena tangan Ibu yang kotor ini tidak pantas menyentuh tubuhmu yang suci...” katanya, di sela tangis yang lebih memilukan di bandingkan tadi.
Aku masih terdiam.
“kamu boleh membenci Ibumu, karena itu memang pantas... tapi Ibu hanya ingin melihatmu sekli ini saja, setelah ini Ibu tidak akan mengganggumu kehidupanmu lagi.”
Dia menahan tangisnya, dan menarik nafas berat.
“apa yang bisa kamu banggakan dan kamu harapkan dari seorang... WTS.” Ia menangis lagi kencang.
Seperti di bangunkan dari mimpi buruk, aku setangah kaget.
Aku mengerti.... sangat mengerti....kenapa ia meninggalkan aku disini.
“aku harus pamit.” Katanya pada bunda, sambil menghapus air mata. Bunda serba salah.
Aku diam dengan tetesan air mataku.
Sosok itu keluar dari ruangan ini. Bunda hanya memandangku pasrah, walau berharap ada reaksi pada diriku.
“Ibu....!” jeritku dalam hati.
“Ibu...!” kakiku seolah terbenam dalam tanah.
“Ibu...!” teriakku, sosok itu menoleh. Aku berlari, menghambur ke pelukannya.